Saya biasanya menyimpan data menggunakan beberapa harddisk eksternal dan entah kenapa setiap 2-3 tahun mengalami kerusakan ada saja harddisk eksternal.

Hal ini sudah saya antisipasi bila backup saya bermasalah dengan menggunakan backup online Backblaze. Walau begitu tetap saja ribet pindahan data ke harddisk yang baru.

Oleh sebab itulah saya memutuskan untuk membangun penyimpanan RAID atau Redundant Array of Independent Disks agar kedepannya jika rusak tinggal ganti harddisk dan tidak perlu lagi melakukan pindah data dari Backblaze atau harddisk yang lain.

Apa itu Penyimpanan RAID?

Penyimpanan RAID atau Redundant Array of Independent Disks jika diaktifkan sesuai konfigurasi pada sistem penyimpanan, kita dapat menghubungkan dua atau beberapa harddisk / drive di dalam sistem sehingga secara otomatis semua harddisk terdeksi sebagai satu harddisk berkapasitas besar.

Selain itu mode RAID juga secara otomatis mengatur beberapa harddisk atau drive yang terpasang sebagai pengganda secara real-time sehingga jika ada harddisk yang rusak dapat dengan mudah dilepas dan digantikan.

Mode RAID

Ada beberapa mode RAID, pada tulisan ini saya hanya menjelaskan beberapa mode RAID yang umum dipakai yang sebagian saya kutip artikel dari Western Digital.

RAID 0

Gambar RAID 0

Mode RAID 0 akan membagi data secara rata ke seluruh harddisk yang terpasang. Misal ada data 4 GB dan RAID terpasang 4 harddisk, maka data akan dibagi rata pada keempat harddisk tersebut.

Kelebihan mode ini adalah baca data menjadi lebih cepat karena data dibagi ke banyak hard drive. Kekurangan mode ini adalah jika salah satu harddisk rusak, maka seluruh data akan rusak. Mode ini tidak cocok sebagai backup.

RAID 1

Gambar RAID 1

Mode RAID 1 atau dikenal dengan mode cermin. Jika ada 2 harddisk terpasang, maka harddisk kedua otomatis akan melakukan duplikat data sehingga data pada harddisk 1 dan 2 sama. Jika satu drive rusak, data Anda terlindung karena data sudah digandakan.

Kelebihan mode ini cocok sebagai backup, tapi kekurangannya maksimal kita hanya dapat menggunakan 50% dari total kapasitas penyimpanan RAID.

RAID 5

Gambar RAID 5

Dalam sistem dengan tiga atau empat drive / harddisk, sangat dianjurkan menggunakan RAID 5. Cara Ini memberi dua keunggulan terbaik: kinerja cepat dengan menyebarkan data di semua drive dan perlindungan data dengan mendedikasikan 20% atau seperlima bagian dari setiap drive sebagai parity.

Paritas / parity ini berguna untuk recovery jika terdapat error. Penyimpanan RAID 5 memiliki 80% dari total kapasitas untuk penyimpanan data.

Misal 5 harddisk masing-masing 2 TB dengan RAID 5, maka setiap harddisk akan didedikasikan 500 GB untuk parity dan 1,5 TB untuk data sehingga total data yang dapat disimpan adalah 8 TB dan 2 TB digunakan untuk menjaga data tetap aman jika kita mengganti harddisk karena rusak.

RAID 10

Gambar RAID 10

Mode RAID 10 atau RAID 1+0 merupakan gabungan mode RAID 0 dan RAID 1. RAID 10 memberikan laju I/O yang sangat tinggi dengan menyebar data seperti RAID 0 namun juga diduplikasi seperti RAID 1 (dicerminkan).

Mode RAID ini bagus untuk solusi manajemen basis data yang penting bagi bisnis yang memerlukan kinerja maksimum dan toleransi terhadap kesalahan yang tinggi. Sistem yang diatur ke RAID 10 menghasilkan setengah kapasitas total dari semua drive dalam rangkaian/larik.

Kekurangan lain dari RAID 10 harus berpasangan, misal kita mau menambah kapasitas, maka minimal harus 2 agar berpasangan.

Pilih RAID 5

Karena kebutuhan saya sebagai data backup serta mudah dan murah ditambah / diganti jika harddisk rusak, maka pilihan saya jatuh kepada RAID 5.

Mode RAID 0 tidak cocok untuk backup dan RAID 1 hanya dapat menggunakan 50% dari total kapasitas dibandingkan RAID 5 yang dapat menggunakan 80% dari total kapasitas. Mode RAID 10 jika menambah kapasitas penyimpanan membutuhkan pair atau pasangan sehingga lebih boros dibanding RAID 5.

Belanja

Setelah cari referensi, berikut adalah barang-barang yang saya beli untuk membangun penyimpanan RAID 5.

Hard Drive Enclosure

Gambar Yottamaster 5 Bay RAID

Saya memilih Yottamaster 5 Bay 3.5” Type-C RAID Hard Drive Enclosure, harga dan kualitas menurut saya pas. Menggunakan enclosure artinya penyimpanan hanya dapat kita akses jika dicolok ke komputer. Berbeda dengan NAS tanpa harus colok ke komputer.

Yottamaster Hard Drive enclosure ini bisa diisi 5 harddisk ukuran 3.5” atau 2.5”. Bisa dibeli di Shopee atau Tokopedia.

Harddisk Internal PC 2 TB SATA 7200 RPM

Memilih harddisk untuk RAID disarankan dengan merek dan kapasitas yang sama. Karena kebutuhan penyimpanan saya sekitar 3-4 TB, saya memilih menggunakan Seagate BarraCuda Harddisk Internal PC 2 TB SATA dengan 7200 RPM sebanyak 5 buah.

Jika disusun RAID 5, seharusnya saya akan memiliki 7,5 TB. Default internal harddisk sebagian besar 5400 RPM, saya memilih 7200 RPM agar lebih cepat harddisk dalam bekerja.

Seagate BarraCuda Harddisk Internal PC 2 TB SATA dapat dibeli di Shopee atau Tokopedia.

Menanti Kiriman Barang

Saat tulisan ini ditulis, kiriman barang masih dalam perjalanan. Setelah barang datang saya baru bisa lanjut membangun penyimpanan RAID dan akan saya tulis pada bagian 2.